Lagu kesedihan pada pemakaman saudara perempuan yang terbunuh di Tepi Barat yang diduduki

Ketika kehilangan seseorang yang kita sayangi, kesedihan yang dirasakan dapat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Namun, ketika kehilangan tersebut terjadi akibat tindakan kekerasan atau peperangan, kesedihan itu semakin dalam dan kompleks. Itulah yang dirasakan oleh banyak saudara perempuan yang kehilangan anggota keluarga mereka di Tepi Barat yang diduduki. Sebuah kesedihan sering kali menjadi bagian dari upacara pemakaman, sebagai cara untuk menceritakan penderitaan mereka dan mengenang sosok yang telah pergi. Dalam tulisan ini, kita akan mengupas lebih lanjut tentang lagu kesedihan pada pemakaman saudara perempuan yang terbunuh di Tepi Barat yang diduduki.>

Pelayat Nyanyikan Lagu-lagu Kesedihan pada Pemakaman Dua Saudara Perempuan Inggris-Israel

Pada pemakaman dua saudara perempuan Inggris-Israel yang tewas dalam baku tembak di Tepi Barat yang diduduki, pelayat telah menyanyikan lagu-lagu kesedihan. Saudari-saudari Maia dan Rina Dee, yang berusia 20 dan 15 tahun, tewas pada hari Jumat saat tersangka pria bersenjata Palestina menembaki mereka di dalam mobil di Lembah Yordan. Ibunya, Leah, dalam kondisi kritis setelah operasi.

Ayah dari kedua gadis, Rabbi Rafi Peretz, schoenbrunn mengatakan, “Kami berdoa agar kejadian ini menjadi yang terakhir. Mudah-mudahan para pemimpin saya yang kita semua berbicara, tapi Terdapat banyak yang harus dilakukan. Tidak ada alasan seorang anak harus berhenti sebelum orang tuanya.”

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett berjanji untuk memperketat keamanan dan “meningkatkan perlawanan” terhadap serangan terorisme di Tepi Barat. Judea dan Samaria untuknya.

Pemimpin Palestina Mahmud Abbas mengutuk serangan tersebut, meskipun kelompok-kelompok Palestina militan sering menargetkan warga sipil Israel dan sering kali tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah Palestina.

Insiden tersebut merupakan buntut dari perselisihan antara warga Palestina dan pemukim Yahudi di Tepi Barat, yang telah meningkat sejak puluhan orang tewas dalam bentrokan di Jalur Gaza pada Mei lalu. Para pengamat menyebut bahwa eskalasi tindakan kekerasan tersebut mungkin meresahkan kestabilan di kawasan tersebut dan pembaruan perspektif bahwa sulit dalam waktu dekat akan terjadi kata sepakat antara kedua pihak.

Pemakaman bagi Maia dan Rina Dee dihadiri oleh sekitar 2.000 orang, dengan pelayat nyanyikan lagu-lagu keagamaan dan mencoba menghibur keluarga mereka. Kedua gadis tersebut dianggap sebagai simbol perdamaian karena memiliki darah Inggris dan Israel dan tinggal bersama keluarga multibahasa di Oakville, Ontario, sebelum kembali ke Israel untuk belajar di sekolah internasional di Ramallah. Semua orang Israel telah kehilangan saudari-saudari tersebut dan meluapkan dukungan dan kesedihan pada keluarga mereka.

#Lagu #kesedihan #pada #pemakaman #saudara #perempuan #yang #terbunuh #Tepi #Barat #yang #diduduki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *